Diskusi Para Nenek
Nenek pertama berkata, "Kadang-kadang saat sedang berdiri di depan kulkas dan memegang sebotol selai aku tidak dapat ingat apakah aku sedang mengembalikan selai itu ke dalam kulkas atau aku akan mengambilnya untuk mengolesi roti."
Nenek kedua tidak mau ketinggalan, "Wah, aku bahkan lebih parah lagi. Kalau aku sedang berada di tengah tangga, aku jadi bingung apakah aku akan naik atau akan turun."
"Kalau begitu aku paling beruntung, soalnya aku belum pernah mengalami hal-hal seperti itu," kata nenek ketiga dengan bangganya sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke meja. Begitu mendengar suara ketukan tangannya di meja, tiba-tiba nenek ketiga ini berdiri dan berkata, "Eh, ada yang mengetuk pintu ... aku saja deh yang buka pintunya...."
Profesor Naik Kereta
Ketika kondektur itu tiba kembali, profesor itu masih belum juga menemukan tiketnya. Kondektur itu, yang tahu bahwa profesor itu adalah orang terkenal, berkata, "Saya yakin bahwa anda membeli tiket. Tidak jadi masalah bila anda tidak dapat menemukannya."
"Anda baik sekali," jawab profesor itu, "tapi saya harus tetap menemukannya. Kalau tidak, saya tidak tahu di mana saya harus turun."









0 Responses to Diskusi Para Nenek, dan Profesor Naik Kereta